Senin, 02 Maret 2015
Markus 8:31-38
Yesus Kristus datang ke dunia ini bukan untuk menyenangkan dan memuaskan keinginan manusia (Markus 8:31-38). Tetapi Yesus datang terutama untuk menyelesaikan masalah fundamental yang dihadapi manusia, yaitu dosa. Itu sebabnya Yesus melarang murid-murid-Nya memberitahu orang lain bahwa Dia adalah Mesias. Selain karena orang harus menemukan hal itu secara pribadi, juga agar orang tidak punya motivasi salah saat mengikut Yesus.
Sabtu, 01 Februari 2014
Mikha 6:8
Tuhan menginginkan kita meresponi-Nya dengan melakukan tiga kebajikan (Mikha 6:8), yaitu : Berlaku adil dalam berhubungan dengan sesama.
Ada sesuatu dalam diri kita yang merindukan keadilan bagi orang lain serta bagi diri kita sendiri. Namun ada satu yang sepenuhnya berada di bawah kendali kita, yakni perlakuan kita terhadap orang lain. Sehingga, sebagai orang pengikut Yesus, kita mempunyai slogan, yaitu “biarlah keadilan kutegakkan” dan bukannya menuntut “tegakkan keadilan bagiku”.
Mencintai kesetiaan adalah mengasihi dengan memperhatikan kebutuhan orang lain serta menolongnya, sebab orang-orang yang berjalan di jalan Tuhan, tidak menutup mata akan kebutuhan orang lain.
Kerendahan hati di hadapan-Nya berarti menyerahkan kehendaknya dengan sukacita dibawah kehendak Tuhan. Kita menunjukkan kesetiaan, dan menegakkan keadilan demi Tuhan.
Sebab, ada juga orang mencoba menjadi baik tanpa mengenal Tuhan. Tetapi juga tidak benar bila kita berkata bahwa kita mengenal Tuhan, padahal kita tidak mau berbuat baik. Jadi, kita berbuat baik, karena kita sudah menerima kebaikan Tuhan.
Rabu, 22 Januari 2014
Penderitaan yang berakhir
Kita pasti pernah mengalami pergumulan berat, yang membuat kita sampai bertekun dalam doa. Mungkin tatkala orang yang kita kasihi sedang sakit atau karena kesulitan ekonomi atau tidak sesuai dengan yang kita harapkan atau karena pernikahannya berkabut duka dan benci.
Hana sedang mengalami pergumulan berat, sampai-sampai ia tidak bisa dihiburkan siapapun (1 Samuel 1:6-8). Di tengah kepedihan hati tiada tara, Hana mengadukan keadaannya kepada Tuhan. Hana tidak membeberkan sakit hatinya kepada Elkana atau marah kepada Penina, tetapi ia berseru kepada Tuhan.
Sengsara itu dapat juga membuat orang mendekatkan diri pada Tuhan.
Melalui doa yang dipanjatkan dengan hati yang hancur, Tuhan memakai Eli untuk menjawab pergumulan Hana. Hana terhibur karena ia tahu bahwa Tuhan mendengar dan menjawab doanya (1 Samuel 1:9-18).
Janganlah tunggu persoalan datang baru kita mencari Tuhan. Marilah kita mencari kehendak Tuhan dan mengucap syukur atas semua hal yang Tuhan sudah lakukan dalam hidup kita dan Percayalah bahwa saat kita bersandar kepada Tuhan, Tuhan dapat diandalkan dan jawaban-Nya tidak mengecewakan!
Sabtu, 18 Januari 2014
menerangi kegelapan
Yesus Kristus telah merelakan diri-Nya menjadi hamba untuk menerangi kegelapan, kesuraman dan kekalutan. Kita juga diberkati Tuhan untuk menjadi hamba-Nya yang menuntun orang lain hidup dalam terang firman Tuhan (Yes.49:6b Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi). Sehingga, ujian kehidupan yang tergelap sekalipun takkan mampu meredupkan terang kasih Tuhan yang kita beritakan.
Sabtu, 11 Januari 2014
Taat dalam segala hal
Bisa saja kita tidak menaati Tuhan dalam hal tertentu seperti tidak
berserah kepadaNya. Namun, Yesus menaati Bapa-Nya dalam segala hal
(Mat.3:15). Penyerahan diri-Nya membawa-Nya dari puncak popularitas
menuju keadaan ditinggalkan. Dari keadaan dielu-elukan orang menuju
pada penderitaan dalam kesendirian. Hal itu membawa-Nya ke dalam ruang
pengadilan Pilatus, jalan yang mengerikan menuju Kalvari, salib, dan
kubur.
Oleh karena itu, marilah kita dengan hati yang penuh kerelaan
memutuskan untuk menaati Tuhan dalam segala hal. Sebab, iman sejati
adalah taat kepada Tuhan.
Jumat, 15 November 2013
berbuah menjadi berkat
Kita dapat tetap melekat pada sumber kehidupan (Yesus Kristus), yaitu dengan membiarkan firman Tuhan menjadi pusat hidup kita. Semakin kita diam dalam Kristus semakin orientasi hidup kita adalah bagi Tuhan dan sesama.
Kita akan menghasilkan buah-buah rohani dan perbuatan baik yang memuliakan Tuhan. Apa pun yang kita lakukan yang sesuai dengan janji Kristus, maka doa-doanya akan terkabul (Yoh.15:7-8).
Oleh karena itu, kita yang hidup dan berbuah adalah kita yang berpusatkan Kristus, sehingga buahnya menjadi berkat bagi banyak orang.
Sabtu, 26 Oktober 2013
Untuk melayani, bukan dilayani
Tuhan mengukur kebesaran seseorang dari kesediaannya untuk melayani. Sebab, Tuhan Yesus telah memberi teladan, yakni meski Dia adalah Tuhan yang layak ditinggikan namun Dia “datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Matius 20:28). Maka, untuk menjadi besar di mata Tuhan, kita harus bersedia melayani. Sebab, kebesaran sejati itu tidak diperoleh dengan memberi perintah tetapi dengan melayani.
Langganan:
Postingan (Atom)